Lubuk Linggau atau Lubuklinggau ? Musi Rawas atau Musirawas ?
March 15th, 2008 by ozonsilampariNama geografi,
khususnya nama kota atau wilayah di Tanah Air, sering kali ditulis
dalam bentuk: ada yang dipisah dan ada pula yang dirangkai. Dalam
kaitan ini, Pusat Bahasa bekerja sama dengan Bakosurtanal telah
menetapkan pembakuannya (Dendy 2003).
Pada prinsipnya, nama geografi ditulis dalam satu kata atau serangkai, kecuali
- terdiri atas 3 unsur atau lebih
- berupa arah mata angin
Dengan demikian nama wilayah geografi yang hanya terdiri atas 2 unsur ditulis serangkai, seperti Rejanglebong, Tulungagung, Bukittinggi, Sawahlunto, Balikpapan, Parepare, Acehbesar dan Tebingtinggi.
Sedangkan nama wilayah geografi yang terdiri atas 3 unsur atau lebih tetap ditulis terpisah, seperti Ogan Komering Ilir.
Arah mata angin yang digunakan sebagai nama
wilayah geografi juga tetap ditulis terpisah, meskipun nama wilayah itu
hanya terdiri atas 2 unsur, seperti Jakarta Barat, Sumatera Selatan, atau Kalimantan Timur.
Dalam kaitan ini nama daerah atau wilayah
geografi, yang masih ditulis dalam bahasa daerah tetap ditulis dengan
nama aslinya, tidak diindonesiakan, dengan alasan historis, asal-usul
daerah, atau budaya khas daerah setempat, seperti Banyuasin, Tanahabang, atau Kalianyar (bukan Airasin, Tanahmerah, atau Sungaibaru).
sumber: Berani Menulis Artikel, Wahyu Wibowo.Gramedia Pustaka Utama
Udah lama penasaran kenapa Lubuk Linggau harus ditulis menjadi Lubuklinggau
Bagaimana dengan Musi Rawas?….hayooo